Setelah bertahun-tahun hanya jadi rumor, akhirnya kabar resmi datang dari Nintendo: film live-action The Legend of Zelda benar-benar dalam produksi dan dijadwalkan tayang pada 2027. Proyek ini langsung bikin heboh karena bukan cuma mengangkat salah satu franchise game paling legendaris sepanjang masa, tapi juga hadir dengan pendekatan yang jauh berbeda dari film animasi Super Mario Bros (2023) yang sukses besar.
Pertanyaannya sekarang: bisakah film ini menyaingi atau bahkan melampaui kesuksesan Mario di layar lebar?
Produksi Film Dipimpin oleh Nama-Nama Besar
Nintendo nggak main-main. Film Zelda live-action ini diproduseri langsung oleh Shigeru Miyamoto bersama Avi Arad, produser di balik berbagai film Marvel. Sementara kursi sutradara diisi oleh Wes Ball, yang dikenal lewat trilogi Maze Runner dan film Kingdom of the Planet of the Apes.
Dengan kombinasi ini, film Zelda di prediksi akan punya tone lebih epik, gelap, dan sinematik, di banding Mario Bros yang lebih ceria dan keluarga-friendly.
Akan Seperti Apa Ceritanya?
Detail cerita masih dirahasiakan, tapi bocoran awal menyebutkan:
-
Fokus cerita berada di Kerajaan Hyrule, dengan latar penuh konflik dan mitologi kuno.
-
Link akan di tampilkan sebagai pemuda biasa yang di takdirkan menjadi pahlawan legendaris.
-
Zelda dan Ganon akan punya peran kuat dan dramatis, bukan sekadar karakter sampingan.
Dengan kata lain, film ini kemungkinan besar akan mengangkat kisah heroik khas Zelda dalam gaya ala The Lord of the Rings atau Shadow of the Colossus.
Tantangan Adaptasi: Zelda Bukan Game Cerita Linier
Berbeda dari Mario yang sederhana, seri Zelda di kenal dengan:
-
Struktur non-linier
-
Minim dialog (terutama Link)
-
Fokus pada eksplorasi, teka-teki, dan nuansa mitologi
Karena itu, adaptasi ke layar lebar akan menuntut kreativitas tinggi agar tetap setia pada akar gamenya, tapi juga menarik secara naratif untuk penonton umum.
Akankah Saingi Kesuksesan Mario Bros?
Film Super Mario Bros berhasil meraup lebih dari $1,3 miliar secara global dan menjadi salah satu film animasi terlaris sepanjang masa. Tapi Zelda punya modal berbeda:
-
Cerita lebih dalam dan emosional
-
Visual dunia fantasi yang bisa spektakuler
-
Fanbase yang setia dan haus akan adaptasi serius
Kalau film ini sukses, Nintendo bisa membuka gerbang cinematic universe mereka sendiri—dengan Metroid, Kirby, atau bahkan Fire Emblem menyusul.
Penutup: Link Siap Angkat Pedang ke Layar Lebar
Tahun 2027 masih cukup jauh, tapi hype untuk film Zelda live-action sudah terasa sekarang. Dengan kombinasi studio besar, tim kreatif berbakat, dan warisan salah satu IP game paling di cintai, film ini berpotensi jadi tonggak penting dalam sejarah adaptasi video game.
Apakah ini saatnya Link bersinar dan menyaingi kesuksesan Mario? Kita tunggu petualangannya di bioskop!
Baca juga : Switch 2 Hadir Juni 2025 Harga USD 450, Layak Dibeli?